Senin, 06 Februari 2012

Aster Ungu yang Sombong

Di sebuah taman terpencil tumbuhlah bunga Aster ungu yang indah mahkota bunganya, beraroma harum, tumbuh subur dan selalu menari-nari gembira di antara rerumputan. pada suatu pagi hari bunga Aster ungu itu nampak berkilat-kilat karena titik-titik embun , mengangkat kepalanya dan terlihat oleh bunga-bunga mawar merah melihat keatas dengan postur pinggangnya yang ramping, kepalanya yang meliuk-liuk angkuh seolah-olah nyala api dia tas pelana zamrud.
Kemudian bunga Aster ungu itu membuka kelopaknya yang biru dan berkata sambil menarik nafas:

Betapa kerdilnya tubuhku diantara bungan-bungan lain yang wangi. Alam telah membuatku kecil, aku hidup menempel di permukaan tanaj dan aku tidak bisa meninggikan tangkaiku ke langit biru atau mengarahkan wajahku ke arah matahari seperti yang dilakukan bungan mawar.
Bunga mawar merah mendengar apa yang dikatakan tetangganya bunga Aster ungu lalu menggeleng-geleng tertawa terus berkata:
Diantara bunga-bunga yang tumbuh di taman ini, kamu ini bunga yang paling bodoh! Kamu ini enak, tapi kamu tak tahu nilai nikmat itu. Alam telah memberimu warna yang indah, kecantikan dan kelebihan yang tidak diberikan kepada kebanyakan tumbuh-tumbuhan wangi. karena itu hilangkanlah angan-angan jahat dan iri hati itu dari hati mu, dan jadilah kamu menerima apa adanya atas apa yang diberikan kepadamu dan ketahuilah bahwa siapa yang menundukkan kedua sayapnya, maka ia telah meninggikan nasibnya. Dan siapa yang meminta tambahan maka dia telah jatuh kedalam kecurangan.
Bunga Aster ungu berkata:
Hai bunga mawar merah, kamu merendahkan aku karena kamu mendapatkan apa yang selalu aku impikan dan kamu menutupi kehinaanku dengan hikmah-hikmah, karena kamu itu besar. dan betapa pahitnya nasehat-nasehat orang-orang bahagia untuk hati orang-orang yang menderita dan betapa kejamnya orang kuat ketika dia berdiri sambil berkhotbah diantara orang-orang yang lemah.
Alam mendengar doa yang terjadi antara bunga mawar merah dan bunga Aster ungu lalu ia menggeleng keheranan kemudian ia angkat kepalanya sambil berkata:
Apa yang terjadi padamu hai bungan Aster ungu anakku? Aku mengenalmu sebagai yang lemah lembut dan rendah hati. Menyenangkan karena wujudmu yang mungil dan kamu terhormat dengan kedudukanmu. lalu apakah aku telah menyenangkanmu dengan pemberian-pemberian yang buruk ataukah aku telah merampas akalmu yang agung?
Bunga Aster ungu menjawab dengan suara memelas dan merengek:
Wahai ibu yang agung, dengan kekuasaanmu yang berwibawa dengan cintamu, aku mohon kepadamu dengan seluruh kerendahan dan dengan harapan yang ada dalam jiwaku, agar kamu mengabulkan permohonanku dan berkenan menjadikan aku sebagai bungan mawar hanya sehari saja..
Alam berkata:
Kamu tidak tahu apa yang kamu minta dan kamu tidak mengerti apa di balik kemuliaan dhahir berupa bencana-bencana yang tersembunyi, karena itu jika aku tinggikan tubuhmu dan aku rubah rupamu dan aku jadikan kamu sebagai bunga mawar merah , maka kamu akan menyesal saat dan penyesalan itu tidak memberi manfaat.
Bunga Aster ungu berkata:
Rubahlahlah wujudku yang ungu ini menjadi bunga mawar merah yang tinggi tubuhnya lagi berkepala indah. Meskipun setelah itu akan merasa asing dan aneh.
Lalu alam mengulurkan jari-jari misteriusnya dan mengelus-elus tangkai bunga Aster ungu dan tiba-tiba dalam sekejab berubahlah menjadi bungan mawar yang indah dan lebih tinggi dari bunga bunga lainnya. Dan kerika sore datang menutup angkasa dengan awan tebal, kemudian nampaklah kilat menyambar dan guntur menggelegar menyerang kebun-kebun dan taman-taman itu dengan pasukan panah hujan dan badai, maka patahlah ranting, patung roboh dan robohlah semua bunga-bunga yang tinggi dan indah tidak ada lagi yang tersisa kecuali bunga-bunga kecil yang melekat di tanah atau tersembunyi di antara batu-batu besar.
Adapun taman terpencil itu juga dilanda angin ribut yang kedahsyatannya belum pernah menimpa taman yang lain. Dan kerika angin ribut lewat disertai hujan deras maka bunga-bunga yang ada dalam taman itu tercabut dan berhamburan di udara dan tidak ada yang tersisa kecuali sekelompok kecil bunga Aster ungu yang bersembunyi di samping tembok taman.
Salah satu anak bunga Aster ungu mengangkat kepalanya maka ia tahu apa yang menimpa bunga-bunga taman dan pohon-pohonnya lalu ia tersenyum gembira kemudian dia panggil teman dekatnya:
Coba lihatlah apa yang dilakukan angin ribut kepada bunga-bunga harum yang sombong dan tinggi dan selalu membanggakan diri itu.
Bunga Aster ungu yang lain berkata:
Kita melekat pada tanah, tapi kita selamat dari kemarahan angin ribut dan badai.
Bunga Aster ungu yang lain lagi berkata:
Tubuh kita memang pendek meskipun ada angin puyuh dia tidak akan bisa menghancurkan kita.
Saat rohnya bunga Aster ungu memandang keliling maka terlihatlah bunga mawar yang kemarin adalah bunga Aster ungu sekarang telah roboh diterjang angin ribut, daun-daunnya telah rontok dan telah jatuh ke atas tanah tergelepar seperti orang yang terkena panah musuh.
Kemudian ratu bunga Aster ungu menegakkan tubuhnya, meninggikan daun-daunnya dan memanggil kawan-kawannya:
Hai anak-anakku lihatlah dan perhatikanlah. lihatlah bunga yang tamak itu yang ingin merubah dirinya selama sesaat saja kini dia telah hancur. Apa yang kalian lihat ini hendaklah menjadi pelajaran.
Ketika itu gemetarlah bungan mawar yang baru jadi itu dan dia kumpulkan sisa-sisa kekuatannya dengan suara terputus-putus dia berkata:
Ingatlah badai dan hujan angin, kemarin aku seperti kalian duduk diantara daun-daunku yang hijau merasa puas dengan apa yang diberikan untukku, sungguh sikap menerima itulah yang dahulu menyelamatkan aku dari badai kehidupan dan angkara murkanya. dan menjadi wujudku yang pendek agar selamat, dan memberiku ketentraman dan kedamaian. Dan sedapat mungkin dulu aku akan hidup setara dengan kalian menempel di tanah sampai aku ditutupi musim dingin dengan salju-saljunya dan aku akan pergi seperti orang yang pergi sebelum aku, menuju kedamaian maut dan ketiadaan sebelum aku tahu rahasia-rahasia Yang Ada dan misteri-misterinya selain apa yang telah dikenal oleh keluarga bungan Aster ungu sejak bungan Aster ungu itu ada di permukaan bumi! Sedapat mungkin aku tinggalkan ketamakan dan berzuhud menghindari hal-hal yang lebih tinggi tabiatnya dari tabiatku.
Akan tetapi pada suatu malam yang sunyi aku mendengar alam yang tinggi berkata kepada alam ini : Sesungguhnya tujuan dari Yang Ada ada yang tinggi adalah menuju kepada apa yang ada, karena itulah diriku melanggar batas batas diriku dan naluriku menyukai tempat yang lebih tinggi dari naluriku dan aku masih saja melampaui batas esensiku dan aku lebih menyukai apa yang bukan milikku sehingga kedurhakaanku itu berubah menjadi kekuatan yang menghancurkan dan keinginanku pada suatu yang tidak mungkin didapat berubah menjadi kehendak yang membawa bencana, maka aku meminta pada alam dan alam bukanlah apa-apa kecuali sebuah pemandangan luas untuk mimpi-mimpi kita yang tersembunyi merubahku menjadi bunga mawar dan ia telah melakukannya dan garis tubuhku dengan jari-jari cinta dan rindu.
Bunga mawar jadi-jadian itu, diam sejenak lalu berkata dengan nada sombong dan angkuh:
Sungguh aku telah hidup sesaat bagaikan seorang ratu, aku telah melihat alam dengan mata bunga mawar, aku mendengar bisikan sesuatu yang sangat halus dengan telinga bunga mawar, dan aku telah menyentuh tangan-tangan cahaya dengan daun-daun mawar, lalu apakah diantara kalian hai bunga Aster ungu ada yang bisa menyamai kemuliaanku?
Kemudian mawar itu melipat lehernya dan dengan suara yang hampir hampir tak terdengar dia berkata:
Aku akan mati sekarang. Aku mati sedangkan dalam diriku ada sesuatu yang belum pernah ada dalam diri bunga Aster ungu sebelum aku. Aku akan mati dan aku tahu apa yang ada di dalamnya, dan inilah dia tujuan hidup. Inilah dia permata alam yang ada di balik hal-hal yang dipamerkan oleh siang dan oleh malam.
Bunga mawar itu melipat daun-daunnya lalu bergemetaran sebentar lalu mati. Di wajahnya ada senyum kemulian-senyum orang yang harapannya dikabulkan oleh hidup-senyum kemenangan dan kejayaan- senyuman Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar